Dishub DKI Jakarta, 1.126 Bus Angkutan Nataru 991 Tak Lolos Ramp Check, Puluhan Sopir Tidak Sehat

    Dishub DKI Jakarta, 1.126 Bus Angkutan Nataru 991 Tak Lolos Ramp Check, Puluhan Sopir Tidak Sehat
    Calon penumpang nataru meninggalkan Jakarta dengan Bus dari Terminal Kalideres, Jakarta Barat ( Diskominfo DKI)

    JAKARTA - Pemeriksaan kendaraan layak jalan atau tidak (ramp check) bagi angkutan umum seperti bus sering digencarkan menjelang libur panjang seperti Natal, Tahun Baru dan Idul Fitri. 

    Pemeriksaan ini meliputi unsur administrasi, teknis utama (rem, lampu), dan teknis penunjang, serta pemeriksaan kesehatan awak bus. 

    Ramp check harus dilakukan untuk mencegah kecelakaan di jalan raya akibat faktor teknis atau kelalaian manusia

    Pada moment Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengungkapkan temuan signifikan sebanyak 991 bus angkutan umum dinyatakan tidak lulus uji kelayakan atau ramp check, dan puluhan pengemudi bus terdeteksi tidak sehat.

    Ramp check telah dilaksanakan sejak 11 November lalu. Dari total 1.126 kendaraan yang diperiksa hingga 25 Desember 2025, hanya 125 kendaraan yang dinyatakan lulus dan 10 kendaraan lulus dengan catatan.

    “Laporan hasil ramp check periode 11 November-25 Desember 2025, total kendaraan 1.126 kendaraan. Lulus 125 Kendaraan, lulus dengan catatan 10 kendaraan, tidak lulus 991 Kendaraan, ” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, Jumat (26/12/2025).

    Selain kondisi kendaraan, Dishub Jakarta juga melakukan tes kesehatan terhadap pengemudi bus. Dari 368 pengemudi yang menjalani tes kesehatan pada periode 18-25 Desember 2025, sebanyak 30 orang dinyatakan tidak sehat dan 74 orang sehat dengan catatan.

    “Sebanyak 368 pengemudi dites kesehatan, 264 orang sehat , tidak sehat 30 orang, sehat dengan catatan 74 orang, ” imbuh Syafrin.

    Sementara itu, mobilitas masyarakat meninggalkan Jakarta sejak 18 hingga 25 Desember 2025, sebanyak 42.550 orang menggunakan bus. Angka ini menunjukkan penurunan 7, 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

    Secara keseluruhan, total penumpang yang tiba dan berangkat melalui tujuh terminal di Jakarta mengalami penurunan 18, 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rinciannya, 29.024 penumpang tiba dengan 6.785 kendaraan, sementara 42.550 penumpang berangkat dengan 6.009 kendaraan.

    Angkutan laut, sebanyak 13.326 penumpang melalui Pelabuhan Tanjung Priok periode 18-24 Desember 2025. Total pergerakan penumpang di pelabuhan tersebut mencapai 29.894 orang dengan 50 kapal.

    Berbeda dengan angkutan bus dan Pelabuhan Tanjung Priok, pergerakan penumpang di 11 pelabuhan angkutan perairan Kepulauan Seribu justru menunjukkan peningkatan signifikan. Penumpang tiba naik 32, 40 persen dan penumpang berangkat naik 49, 00 persen dibandingkan tahun 2024, dengan total kenaikan penumpang mencapai 39, 61persen

    jakarta
    Heriyoko

    Heriyoko

    Artikel Sebelumnya

    Polemik UMP 2026, Pengusaha Menolak, Buruh...

    Artikel Berikutnya

    9 WNI Korban Penipuan Daring Kamboja , Kemlu...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Polda Metro Jaya Bongkar Clandestine Lab Etomidate, Cegah Peredaran 15 Ribu Vape Narkotika
    KPK Dalami Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji,  Aizzudin Abdurrahman Diperiksa
    Dua Pengusaha Djunaidi Nur dan Aditya Simaputra Divonis Penjara Kasus Korupsi Suap Hutan Inhutani V
    Bos PT PASU Joko Sutrisno Tersangka Korupsi Aluminium Inalum, Kerugian Negara Rp133 Miliar
    Kapal Listrik Bertenaga Surya Ivovasi BRIN, UNDP dan KKP

    Ikuti Kami