JAKARTA - Masa liburan panjang akan segera berakhir, menandakan tibanya waktu bagi anak-anak untuk bersiap kembali ke bangku sekolah.
Hari pertama masuk sekolah pasca lebaran, Senin (30/3/2026), disambut gembira oleh siswa, dan orang tua setelah Pemerintah membatalkan wacana kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring (online) bagi siswa sekolah pada April 2026.
Hal itu dikemukakan beberapa orang tua siswa dan anaknya saat ditemui Indonesiasatu di taman warga, atau Ruang Terbuka Hijau (RTH) Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (27/3/2026) sore.
Rafif siswa SDN 010 Pondok Bambu, Jakarta Timur mengaku, sudah rindu belajar bersama teman dan bertemu bapak ibu guru di sekolah.
"Udah pengen sekolah kan udah libur bosen, ya enak belajar di sekolah sama teman dan Ibu dan Pak guru yang baik" katanya.
Keinginan ke sekolah juga dikemukakan siswa SDN 01. SIswi kelas dua yang disapa Ayla juga tak ingin belajar online seperti yang telah disampaikan orang tuanya.
"Jadi kurang ngerti dan susah ga bisa tanya langsung ke bu guru" ucap Ayla
"Beda banget belajarnya. Di sekolah enak belajar banyak teman" jelasnya.
Sementara itu, Ibu Ayla pun mengakui bahwa sudah memberitahu kepada anaknya soal wacana belajar daring setelah ada informasi dari media massa.
" Ya syukurlah kalau batal belajar online. Kita juga kurang setuju ya kasihan anak anak ga bisa belajar sama teman di sekolah" ungkapnya
|
Baca juga:
MBG, Senyum Ceria Anak Papua Sambut Sekolah
|
Sebelumnya, Pemerintah secara resmi membatalkan wacana kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring (online) bagi siswa sekolah yang sebelumnya direncanakan pada April 2026.
Hal itu dilakukan dalam upaya menjaga kualitas pendidikan dan mencegah terjadinya penurunan capaian belajar atau learning loss pada siswa.
"Pentingnya menjaga kualitas pendidikan serta memperkuat karakter siswa, pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini, " tegas Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Selasa (24/3/2026)
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) akan mengeluarkan surat edaran resmi mengenai kelanjutan tatap muka ini (luring) di sekolah.
Pada awalnya, pembelajaran daring untuk siswa ini akan diterapkan sebagai bagian dari kebijakan efisiensi atau strategi penghematan energi akibat konflik Iran dan Amerika Serikat - Israel di Timur Tengah.

Heriyoko