JAKARTA - Kawasan Jalan Kayu Mas Utara, Pulogadung, Jakarta Timur, kini dilanda kekhawatiran mendalam. Sebuah jalan yang ambles sejak sepekan terakhir telah memutus akses vital, memaksa warga mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) untuk segera turun tangan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menimbulkan ancaman nyata bagi keselamatan para pengendara yang nekat melintas.
"Harapan saya semoga jalanan yang udah amblas ini segera diperbaiki, soalnya bahaya buat kita, " ungkap Kasiyah, warga RT 11/RW 03 Pulogadung, Jakarta Timur, saat ditemui di lokasi pada Kamis (26/03/2026).
Kerusakan parah pada jalan tersebut, menurut Kasiyah, membahayakan keselamatan pengguna jalan dan melumpuhkan aktivitas masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, mobil sama sekali tidak bisa melewati titik ambles tersebut. Bahkan, pengendara motor pun hanya bisa berjuang melintas di sisi jalan yang tersisa, itupun dengan sangat terbatas.
Kasiyah menyuarakan kekhawatiran terbesarnya akan potensi kecelakaan yang bisa terjadi jika kondisi jalan ini dibiarkan berlarut-larut. Ia menggambarkan kondisi jalan yang sudah sangat mengkhawatirkan, diduga berlubang dalam dan rapuh.
"Sudah parah, di bawahnya itu seperti bolong-bolong. Takutnya kalau dilewati malah tambah amblas, " keluh Kasiyah.
Menyikapi situasi darurat ini, warga berinisiatif memasang pagar pembatas sementara dan tanda peringatan di sekitar lokasi. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan dan peringatan dini bagi kendaraan yang hendak melintas, demi menghindari potensi kecelakaan.
"Sudah dipagari, supaya tidak ada yang lewat. Kalau dipaksakan, bahaya, " tutur Kasiyah.
Lebih lanjut, Kasiyah menjelaskan bahwa amblesnya jalan ini sangat mengganggu mobilitas warga. Banyak pengendara, terutama mobil, terpaksa memutar balik karena tidak ada pilihan lain untuk melintas.
"Mobil sudah tidak bisa lewat, jadi orang-orang pada putar balik. Aktivitas jadi terganggu, " ujarnya.
Warga juga khawatir jika kondisi jalan terus dibiarkan tanpa perbaikan, kerusakan dapat semakin parah, terutama saat memasuki musim hujan dengan curah hujan tinggi.
Laporan mengenai kejadian ini telah disampaikan kepada pihak Kelurahan Pulo Gadung. Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) pun disebut telah beberapa kali mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Namun, hingga beberapa hari pasca kejadian, belum ada tanda-tanda perbaikan yang terlihat.
Kasan (46), warga lainnya, berharap pemerintah kota dapat meningkatkan pemeliharaan rutin jalan. Ia berpendapat bahwa pemeriksaan berkala dapat mendeteksi kerusakan lebih dini, sebelum terjadi ambles yang parah.
"Kalau sering dicek mungkin bisa ketahuan lebih cepat, jadi tidak sampai amblas begini, " harap Kasan.
Kasan menduga salah satu faktor penyebab kerusakan adalah sistem drainase jalan yang kurang optimal. Akibatnya, air hujan menggerus struktur tanah di bawah jalan, membuatnya rapuh.
"Kalau hujan deras, airnya menggenang. Mungkin itu juga bikin bawahnya jadi rapuh, " jelas Kasan.
Ia berharap Pemerintah Kota Jakarta Timur dapat meningkatkan program pemeliharaan jalan secara berkala, termasuk melakukan inspeksi rutin dan penanganan cepat terhadap kerusakan ringan.
Pantauan di lokasi menunjukkan jalan ambles di Jalan Kayu Mas Utara, Pulogadung, memang sudah cukup parah dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Permukaan aspal pecah dan tidak rata, membentuk cekungan yang dalam.
Pembatas sederhana dari bambu dan papan, disertai tanda peringatan, terpasang di sekitar titik ambles. Sejumlah pengendara motor masih terlihat melintas dengan sangat hati-hati di sisi jalan yang tersisa, harus bergantian dan memperlambat laju kendaraan karena ruang yang sempit. Sementara itu, mobil terpaksa mencari jalur alternatif atau kembali.
Lingkungan sekitar lokasi kini terasa lebih sepi dari lalu lintas kendaraan dibandingkan hari-hari biasanya. (PERS)

Updates.