Banjir Ciracas Akibat Kiriman Air Hulu, Warga Terdampak Dievakuasi

    Banjir Ciracas Akibat Kiriman Air Hulu, Warga Terdampak Dievakuasi

    CIRACAS - Deru air yang kian meninggi memaksa warga di sepuluh Rukun Warga (RW) Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, merasakan dinginnya genangan air yang merendam permukiman mereka. Bukan semata-mata karena hujan lokal yang turun sesaat pada Sabtu (21/3) sore, melainkan sebuah pengakuan pahit tentang kekuatan alam dari hulu yang tak terduga. Air kiriman dari Cimanggis, Depok, menjadi biang keladi utama banjir yang mulai naik sekitar pukul 19.00 WIB, bahkan ketika rintik hujan di Ciracas mulai mereda.

    "Hujan di sini mulai Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 16.30 WIB sampai menjelang malam. Tapi air mulai naik itu sekitar pukul 19.00 WIB, saat hujan sudah berhenti. Ini menandakan kiriman dari hulu sangat besar, " ungkap Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, dengan nada prihatin saat dihubungi di Jakarta, Minggu.

    Ia menjelaskan bahwa fenomena ini membuktikan bahwa penyebab banjir bukan hanya berasal dari hujan yang turun langsung di wilayah Ciracas. Kenaikan debit air yang drastis justru terjadi ketika hujan di area mereka mulai mereda, sebuah ironi yang memperlihatkan betapa besar volume air yang datang dari hulu.

    Tingginya curah hujan di Cimanggis, menurut Panangaran, telah menyebabkan peningkatan volume air yang signifikan di sejumlah aliran sungai yang bermuara ke Ciracas, terutama Kali Baru di sepanjang Jalan Raya Bogor dan Kali Cipinang. Akibatnya, aliran sungai tak mampu lagi menampung, meluap, dan merendam sedikitnya sepuluh RW di wilayah tersebut.

    Ketinggian air di permukiman warga tak main-main, mencapai 50 sentimeter hingga satu meter pada puncak banjir yang terjadi pada Minggu dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB. Meskipun sempat beredar informasi mengenai jebolnya turap di kawasan Cibubur, Panangaran menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah faktor utama penyebab banjir kali ini.

    "Bahkan tanpa kerusakan turap, air tetap melimpas karena volume yang sangat besar. Jadi, ini murni karena debit air dari hulu yang sangat tinggi, " tegasnya, menekankan kembali akar persoalan banjir yang datang dari luar wilayahnya.

    Fenomena banjir kiriman ini memang menyajikan tantangan tersendiri dalam penanganan banjir di wilayah hilir seperti Ciracas. Ketergantungan pada kondisi cuaca di daerah hulu membuat penanggulangannya menjadi lebih kompleks dan membutuhkan kewaspadaan ekstra.

    Memasuki pagi hari ini, harapan mulai terbit seiring dengan surutnya genangan air. Pada pukul 06.00 WIB, ketinggian air di sejumlah titik tersisa sekitar 15 hingga 20 sentimeter. Jajaran kecamatan kini tengah berkoordinasi intensif dengan Dinas Sosial untuk memberikan penanganan terbaik bagi warga yang terdampak.

    Beberapa warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman, termasuk kantor kelurahan, sementara sebagian lainnya memilih berlindung di rumah kerabat. Camat Panangaran tak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu. Ia mengingatkan bahwa dampaknya bisa dirasakan dalam waktu singkat di daerah hilir.

    "Kalau di hulu hujan deras, dampaknya pasti ke sini. Jadi warga perlu waspada meskipun di sini hujannya sudah reda, " pesannya, mengingatkan akan konektivitas alam yang tak terpisahkan.

    Di tengah upaya penanganan, petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur bekerja keras mengevakuasi warga rentan. Fokus utama mereka adalah menyelamatkan kelompok yang paling berisiko, mulai dari balita, lansia, ibu hamil, hingga warga yang sedang sakit.

    "Fokus utama kami adalah menyelamatkan warga yang paling berisiko, seperti balita, lansia, ibu hamil, dan warga yang sakit, " ujar Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, Muchtar Zakaria, saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

    Di Jalan H. Mardah RT 06/RW 03, Kelurahan Cibubur, ketinggian banjir mencapai sekitar 1, 7 meter, sebuah kondisi yang sangat membahayakan keselamatan warga, terutama bagi kelompok rentan.

    Dalam operasi evakuasi yang dilakukan, sebanyak 47 jiwa berhasil diselamatkan. Rinciannya meliputi enam balita, enam lansia, satu ibu hamil, dan dua warga yang dalam kondisi sakit, yang semuanya diprioritaskan untuk segera dipindahkan ke lokasi aman. Tak hanya itu, tim Gulkarmat Jaktim juga mengevakuasi enam warga lain yang terdampak banjir dengan ketinggian air lebih dari satu meter di Jalan H. Syarif RT 08 RW 10, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. (PERS) 

    banjir jakarta ciracas terendam kiriman air hulu evakuasi korban banjir bpbd dki jakarta cuaca ekstrem
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    Laporan Harian Perkembangan Operasi Ketupat...

    Artikel Berikutnya

    Arus Balik Lebaran 2026, Ribuan Penumpang...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Sony Sonjaya: BGN Dorong Penguatan Industri Peternakan untuk Ketahanan Pangan dan Perbaikan Gizi
    Unhas Makassar Dorong Gizi Anak Lewat Dapur Bergizi Gratis
    Dr. Hendri: DNA Partai Politik Harus Dibangun dengan Pendekatan Kesejahteraan, Teknologi Informasi dan Artificial Intelligent
    Abdullah Rasyid: Imigrasi Jadi Motor Ekonomi, Lapas Fokus Kemandirian
    Dr. Muhd Naf'an: Literasi Hukum Kunci Keadilan Sejati di Indonesia

    Ikuti Kami